Alasan mengapa Buku Tidak Tergantikan Oleh Internet

alasan-buku-tidak-tergantikan

Alasan mengapa Buku tidak tergantikan oleh internet
-sering kali kita mencari semua informasi yang di perlukah hanya tinggal mengetikkan kata kunci di kolom pencarian google, dan muncul beberapa rekomendasi web yang sesuai dengan kata kunci yang kita cari semua ada.  

Termasuk juga saya, saya telah membaca artikel di blog asik pedia yang menceritakan review tentang buku yang baru saja dibeli oleh adminya, yakni ngeblog ala emak-emak. padahal dari artikel yang lain, saya bisa melihat bahwa kang Nata, Admin Asik pedia sudah sering berkunjung ke blog para penulis buku tersebut.


lalu pertannyaanya buat apa beli bukujika membaca dari blog mereka saja sudah bisa ? itulah salah satu pertannyaan yang terlintas di benak saya dan mungkin juga anda. Jika sudah tersedia artikelnya di blog dan internet kenapa juga beli bukunya. berangkat dari pertanyaan dibenak, otak saya pun mulai berpikir berbagai alasan mengapa buku tetap tidak tergantikan oleh media internet yang sudah bisa kita temui semua informasi yang dibutuhkan.

Berikut Alasan mengapa Buku tidak tergantikan oleh internet

1. Tidak Semua Hal Ada di Google

Pernyataan di atas pertama saya temukan di sebuah kantor FLP (Forum Lingkar Pena). Tidak semua hal ada di Google, gimana nih maksudnya?, bahwa tidak semua hal tertulis di internet. Ada begitu banyak informasi yang hanya bisa ditemukan di buku.

Mungkin itulah alasan Kang Nata (pada paragraf pertama) penasaran dan membeli buku Ngeblog Ala Ibu-Ibu. Meskipun semua ibu-ibu tersebut adalah pemilik blog, saya yakin, tulisan di buku tersebut tidak akan semua mereka posting di blog dan hanya bisa dibaca di buku tersebut.

Apalagi, jika berbicara berbagai buku dengan cabang keilmuan yang luas serta mendalam. Untuk pembahasan yang mendalam, biasanya hanya bisa ditemukan di buku. Adapun di internet terlalu banyak jenis dan variasi yang justru kadang bikin binggung sendiri.

2. Membaca Buku Tidak Perlu Baterai

Beberapa hari yang lalu saya harus antri di bank selama 2 jam hanya untuk mengganti kartu ATM yang sudah tertelan di mesin ATM. Entah itu salah siapa, datang ke bank pas tanggal muda. Biasanya ada banyak orang yang berurusan di bank pada tanggal tersebut.
Tapi berhubung saya sedang ada waktu luang hari itu, maka tak apalah menunggu. Lagian saya juga mana tahu jika bakalan menunggu selama dua jam.

Untuk mengisi waktu luang, saya pun mulai memainkan HP. Hal pertama yang saya lakukan adalah nonton Film. Berhubung di tempat umum melihat satu Film, saya pun mulai bermain game online favorit saya . Kemudian dilanjutkan berselancar di internet, membuka sosmed instagram facebook, baca artikel di kaskus dan sebagainya.

Waktu terus berlalu, giliran nomor antrian saya masih lama. Sedangkan baterai HP saya menunjukkan angka sekarat karena terlalu lama digunakan nonstop. Saya pun memasukkannya ke dalam tas.
Pada saat itulah, saya mulai berpikir, seandainya saya membawa buku, tentu saya tidak perlu memikirkan baterai. Buku tidak perlu energi listrik untuk dibaca, yang penting ada pencahayaan yang cukup. Inilah salah satu kelebihan buku yang belum bisa digantikan oleh internet.

3. Hobi Mengoleksi Buku

Hmm, sekarang mainnya perasaan ya. Saya sangat suka membaca buku sambil membolak-balik halamannya. Apalagi jika sedang membacabuku cak nun kesukaan saya. Bukan sekedar membaca, saya pun tidak pikir panjang untuk langsung membelinya jika ada buku yang baru terbit.

Bagi sebagian orang mengoleksi buku menjadi kesenangan tersendiri. Apalagi dari penulis atau genre yang disukai. Melihat buku yang berjajar di rak saja rasanya sudah senang. Apalagi pertama kali membaca buku yang baru dibeli.

Gemar mengoleksi buku ini agak sedikit berbeda dengan ebook. Walaupun saya tidak tahu apakah ada yang punya hobi koleksi ebook.

Sebenarnya masih ada beberapa buku cak nun yang belum saya baca. Rupanya buku tersebut sudah tidak dicetak lagi. Namun masih ada beberapa cara untuk membaca buku tersebut, salah satunya adalah dengan mencari eboknya di google book. Tapi entah mengapa, saya belum membelinya hingga sekarang. Padahal harga ebook lebih murah daripada harga buku yang sering saya beli. Mungkin karena saya bukan sekedar ingin membacanya, tapi juga ingin memilikinya digenggaman saya.

4. Sumber Referensi Skripsi

Nah alasan yang terakhir ini pasti dirasakan bagi mahasiswa semester akhir nih, pasti kalian disuruh mencari buku kan, sebuah buku untuk dijadikan referensi dalam menyusun sebuh skripsi. dan pasti buku nya pun harus lebih dari satu tentunya, mengapa demikian ? karena sumber dari blog ataupun website tentunya tidak memiliki sumber reverensi yang jelas dan keakuratannya masih diragukan  ada juga yang hasil dari pemikiran sendiri.

Demikanlah beberapa alasan membaca buku meskipun ada internet yang bisa saya pikirkan. Menurut Anda apalagi alasan untuk membaca dan memiliki buku? tulis di kolom komentar ya.